Sukanto Tanoto Mendorong Ilmu dan Riset Kehutanan Indonesia untuk Perkembangan Bisnis

Hutan Indonesia
Sekadar informasi saja, pada dasarnya sains dan riset yang ada di Indonesia ini dinilai kurang berkembang dengan baik sebagaimana mestinya. Ternyata gairah pengembangan ilmu lewat berbagai penelitian masih terbilang cukup rendah. Kondisi tersebut ternyata dipaparkan juga oleh Mohammad Nasir, seorang Menteri Riset, teknologi, dan Pendirikan Tinggi, bahwa menurutnya hingga bulan Februari hanya ada sekitar 4.500 – 5.000 penelitian yang dipublikasikan di negeri ini. Jumlah tersebut pastinya terlihat sangat jelas akan rendahnya sains dan riset yang ada di Indonesia. 

Padahal jika melihat tingkat kemajuan sebuah bangsa akan berbanding lurus dengan jumlah riset yang dilakukannya tersebut. Pada saat penelitian jadi semakin banyak, maka bisa dipastikan negara tersebut akan semakin bertambah maju. Industri kehutanan memang tidak pernah bisa lepas dari tantangan jumlah riset yang terbilang minim ini. Secara otomatis hal tersebut semakin membuat perkembangan ilmu kehutanan sangat lambat. Situasi yang seperti ini sudah semestinya dirubah dengan cepat apabila menginginkan terjadinya perkembangan di industri kehutanan. 

Sukanto Tanoto Mendorong Ilmu dan Riset Kehutanan Indonesia untuk Perkembangan Bisnis

Melalui Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto berinisatif untuk mendorong perkembangan ilmu kehutanan yang ada di Indonesia. Caranya adalah dengan mendirikan TFIC, atau Tanoto Forestry Information Center di Institut Pertanian Bogor. Didirikan sejak tahun 2013 silam, Tanoto Forestry Information Center tersebut diharap bisa jadi wadah dari pengembangan ilmu kehutanan yang ada di negeri ini. Video, panel, serta jurnal kehutanan yang ada nanti bisa dimanfaatkan dengan baik untuk hasilkan para ilmuwan – ilmuwan kehutanan yang handal dan pintar. Sebab, keberadaan ilmuwan ini akan mampu mendukung pengelolaan hutan yang baik.

Tanoto Forestry Information Center
Sukanto merasa terpanggil untuk dirikan Tanoto Forestry Information Center sebab, ia tahu betul kekayaan hutan di Indonesia. Sebagai pebisnis yang bergerak di industri sumber daya alam, Sukanto Tanoto tahu akan potensi kehutanan dalam negeri. Oleh sebab itu, ia ingin sekali membantu pemerintah setempat dalam mengembangkan industri kehutanan di Indonesia. Dan IPB jadi perguruan tinggi yang pertama mendapat dukungan Tanoto Foundation untuk kembangkan ilmu kehutanan yang ada di negeri ini. Hal tersebut dikarenakan kapasitas yang ada di IPB khususnya di bidang kehutanan memang sudah terbukti. 

Walaupun demikian, tak berarti tidak ada pihak lainnya yang juga turut untuk dapatkan dukungan yang sama. Sukanto menegaskan bahwa pihaknya juga sudah berencana untuk menggandeng perguruan tinggi lain untuk merawat hutan yang ada di Indonesia. Langkah baik yang diambil Sukanto Tanoto ini ternyata mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah Indonesia. Keberadaan Tanoto Forestry Information Center bisa jadi instrumen utama penelitian, analisis, serta menyusun langkah yang strategis di bidang kehutanan. 

Sukanto Tanoto juga sangat berharap sekali agar institusi tersebut bisa jadi penghubung yang baik antara networking dengan kolaborasi antar pelaku kehutanan nasional dan internasional. Keseriusan Sukanto dalam mengembangkan industri kehutanan di Indonesia tak hanya ditunjukkan melalui TFIC, akan tetapi juga diperlihatkannya secara nyata lewat grup Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikannya. Bersama Royal Golden Eagle, Sukanto menunjukkan arti pentingnya sains. Perusahaan tersebut selalu membuka dirinya bagi perkembangan teknologi guna menunjang oprasional yang ada di dalamnya. Dalam hal ini, Royal Golden Eagle pastinya akan sangat mendorong kiprah tim riset serta pengembangannya. Dari sinilah diharapkan akan muncul terobosan–terobosan baru untuk tingtkatkan produksi. 

No comments:

Powered by Blogger.